DO THE BEST & BE THE BEST WITH LILIANA!

Mutiara Inspirasi... adalah sarana berbagi untuk hidup yang lebih bermakna... berbahagia karena selalu memiliki prinsip "Lakukan yang Terbaik!" maka yang terbaik akan datang satu saat kepada Anda. Jadi jangan tunda-tunda lagi...jadikan hidup ini berarti...hari esok kita tidak pernah tahu apakah kita akan mencapainya... hari kemarin sudah berlalu dan tak akan pernah kembali... hari ini adalah anugrah yang terindah... Salam Love & Wisdom, LILIANA WAHYUDI

Selasa, 31 Maret 2009

Kerja Lembur dan Upah Lembur

Apakah Anda pernah diminta untuk lembur? Perusahaan dapat meminta kesediaan Anda para pekerja untuk melakukan pekerjaan lembur bilamana diperlukan. Tetapi tentu saja tidak dibenarkan bekerja lembur setiap hari secara terus-menerus. setiap kerja lembur harus dilengkapi dengan surat penugasan kerja lembur dari atasan yang berwenang.

Dalam keadaan luar biasa atau darurat, pengusaha dapat mewajibkan pegawai atau karyawan melakukan kerja lembur, misalnya bila terjadi kebakaran, gedung roboh, banjir, gempa, kerusuhan, dan lain-lain.

Upah lembur dihitung sesuai dengan ketentuan perundangan sebagai berikut :

1) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja :

a. untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam;

b. untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2(dua) kali upah sejam.

2) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka:

a. perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam.

b. apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam.

3) Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3(tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam.

4) Perhitungan upah biasa sejam adalah 1/173 dari upah sebulan; atau 3/20 dari upah sehari; atau dalam hal kerja borongan 1/7 dari upah rata-rata sehari.


Demikian penghitungan lembur semoga bermanfaat. Namun penghitungan ini biasa diberlakukan untuk level clerk - staf.

Di atas itu (supervisor) biasanya sudah tidak dihitung lembur lagi.




Sumber utama dari : Payaman Simanjuntak, Manajemen Hubungan Industrial, Jakarta, Pustaka Sinar Harapan, 2003

Ungkapan Hati

Ketika hati mengeluh... kepala terasa berat
mengapa ini harus terjadi?
namun... aku tak mau bersungut-sungut lebih lama lagi...
ampuni aku Tuhan... semua bukan salahMu...

satu pintaku... beri aku kekuatan...
kebijaksanaan untuk bisa menghadapi semua ini...
dan aku percaya di balik musibah selalu ada berkat

Jumat, 27 Maret 2009

BEKERJA DENGAN HATI

BEKERJA DENGAN HATI



Topik yang ingin saya ketengahkan kali ini kembali tentang hati yang mencintai pekerjaan, bekerja dengan hati seakan menjadi sesuatu yang terlalu sulit dijangkau. Benarkah demikian?
Bagaimana asumsi-asumsi Anda tentang orang-orang di sekitar Anda? Apakah positif atau negatif? Apakah asumsi atau kepercayaan Anda menarik orang-orang atau menolaknya? Kepemimpinan Anda dimulai dengan apa yang Anda pikirkan.
Graham Little dalam buku 101 Cara Menjadi Manajer Yang Lebih Andal mengatakan jika Anda bersikap positif dalam kepemimpinan Anda maka :
• Orang-orang perlu merasa sebagai bagian dari tim yang sukses
• Orang-orang akan menanggapi secara positif terhadap iklim dan tantangan positif dan wajar dalam batas jangkauan mereka.
• Orang-orang akan bangga dan menanggapi manajernya secara positif jika mereka merasakan bahwa manajernya bangga terhadap mereka.
Jadi mulailah dari hati yang positif, hati yang gembira seperti ada syair lagu yang mengatakan “hati yang gembira adalah obat” ini berarti bila hati yang tidak bergembira akan menyebabkan sakit penyakit. Bangun rasa memiliki dalam diri Anda supaya orang-orang yang menjadi bawahan Anda pun memiliki ‘sense of belonging’ yang ikut menjaga asset perusahaan sebagai miliknya (tentu saja bukan untuk dibawa pulang) tetapi dipelihara agar penggunaan asset itu efisien dan efektif untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka.
Saya mengenal seorang Direktur Utama sebuah perusahaan multinasional yang sangat memperhatikan para karyawannya mulai dari level puncak sampai level office boynya, ternyata membuahkan hasil yang gemilang karena pertumbuhan sales mereka ternyata bisa meningkat 150% di saat krisis moneter melanda Indonesia pada tahun 1998 yang lalu. Luar biasa bukan? Sementara di sisi lain, seorang pemimpin puncak sebuah perusahaan di saat kondisi ekonomi lebih baik justru menjadi demikian stressnya karena pertumbuhan bisnisnya yang semakin menukik turun, ditinggalkan para karyawan terbaiknya. Anda tahu mengapa? Karena tidak adanya perhatian dan kata-kata positif yang tulus diucapkan bagi para karyawannya ketika menunjukkan prestasi, sementara bila melakukan kekeliruan sedikit saja, sang ‘bos’ langsung memberikan teguran bahkan terkadang teguran itu diucapkan di depan para karyawan yang lainnya sehingga membuat telinga dan hati memanas bagi yang semua yang mendengarnya apalagi bagi orang yang terkena teguran itu.
Jadi bekerja dengan hati harus dimulai dengan hati. Berikan perhatian yang tulus, berikan penilaian secara objektif. Ketika karyawan Anda salah berikan teguran yang membangun bukan menjatuhkan, lakukan hal tersebut secara personal, dan sebaliknya ketika karyawan Anda melakukan suatu prestasi berikan pujian secara massal. Maka Anda akan mendapat respek dari bawahan Anda dan mereka akan siap bersinergi untuk menghasilkan produktivitas terbaik. Hidup ini bak petani, apa yang Anda tabur kelak Anda akan menuai hasilnya. Jika Anda menabur kebencian, kemarahan terpendam, kritikan dan sinisme maka itu pula nantinya yang akan Anda tuai. Tetapi sebaliknya jika Anda menabur benih-benih rasa cinta, kasih sayang, semangat maka tuaian Anda akan mengandung benih cinta, kasih sayang, semangat, dan dukungan tulus dari orang-orang di sekitar kita. Mari mulailah dari hati yang gembira, hati yang penuh kasih, hati yang penuh semangat agar energi positif ini bisa menular juga pada yang lain. Ritz Carlton memperlakukan para karyawannya semua level sebagai VIP (Very Important Person) karena mereka akan melayani tamu-tamu VIP dan VVIP sehingga sense of service timbul karena keteladanan sang pemimpin. Yakinlah bahwa ada “power of love” . Miliki 2 P (Passionate & Positive) selalu bersemangat dan bersikap positif. Best Heart of Love, Best Live.

LILIANA

Rabu, 25 Maret 2009

Selasa, 24 Maret 2009

EQ dan SQ di DUNIA KERJA

EQ dan SQ di DUNIA KERJA





Tahun 2008 sudah memasuki bulan ketiga. Adakah progress yang Anda capai di bulan pertama tahun 2008 ini? Tahun yang masih penuh tanda tanya, penuh ketidakpastian sehingga perlu sekali kapasitas pribadi yang memadai untuk bisa membuat suasana menjadi lebih baik.Kita juga perlu kreativitas untuk membuat sesuatu yang bisa membuat Anda lebih maju.

Tertarik dengan hal ini, saya ingin mengetengahkan tentang bagaimana EQ (Emotional Quality – bukan Emotional Quotient). Di saat situasi tidak pasti ini emosi sering kali menjadi mudah meledak dan labil karena itu dibutuhkan orang-orang yang punya kualitas emosi yang prima untuk bisa membuat suasana yang kondusif. Sebagai penyeimbang, dibutuhkan pula SQ (Spiritual Quality).

Anthony Robbins dalam buku best sellernya yang berjudul Awaken Giant Within menuliskan tentang 5 (lima) pokok permasalahan hidup yaitu :
• Mengendalikan emosi
• Mengendalikan fisik
• Mengendalikan hubungan
• Mengendalikan keuangan
• Mengendalikan waktu

Dalam tulisan kali ini saya ingin membahas lebih dalam tentang mengendalikan emosi. Sering kali orang menjadi salah kaprah tentang EQ dan SQ yang tinggi. Sebagian orang berpendapat bahwa orang yang EQ tinggi berarti orang itu tidak pernah marah. Padahal pendapat ini keliru besar. EQ dan SQ tinggi dan rendah dapat dilihat ketika suasana memanas, orang yang bisa dengan mudah mengatakan ”Anjing!!! Goblok lu!!!! Babi !!! Stupid!!! dan kata-kata ’kebun binatang’ lainnya bisa dipastikan memiliki kecerdasan emosi yang rendah. Sementara orang yang EQ dan SQ tinggi, ketika marah pun, dia dapat mengontrol perilaku dan kata-kata yang dikeluarkannya sehingga mengena pada masalah yang akan dibereskan. Misalnya dengan kata-kata ”Saya tidak suka dengan sikap kamu ketika menghadapi pelanggan tadi ....seharusnya....,” Jadi jelas di sini, orang yang ber EQ – tinggi bisa marah... hanya kemarahan itu diungkapkan pada konteks untuk menegur dan memperbaiki sesuatu yang tidak tepat menjadi lebih baik. Sementara orang yang berEQ rendah mudah meledak-ledak, kata-katanya tidak terkontrol sehingga cenderung melukai hati orang lain bahkan menimbulkan dendam.






Bila Anda menyimak berita di pertengahan Desember 2007 di mana ada seorang guru olah raga di sebuah SMTP di Sukabumi yang tega menusuk muridnya hingga akhirnya muridnya ini meregang nyawa dalam perjalanan menuju rumah sakit. Mengapa hal ini terjadi? Karena sang guru yang tidak dapat mengendalikan diri akibat sering menerima ejekan dari muridnya itu yang menjadi tetangganya. Seandainya, Sang guru memiliki EQ dan SQ yang cerdas tidak seharusnya guru tersebut menjadi sakit hati dan melampiaskan dengan membabi buta, guru tersebut bisa saja memanggil muridnya, membereskan masalahnya, dan menyadarkan sang murid bahwa kata-kata yang dilontarkannya tidak pantas dan menyakitkan.

Seorang yang EQ dan SQ-nya cerdas akan dapat :
• Selalu bersemangat termasuk ketika lingkungan pekerjaannya sedang mengalami demotivasi atau memiliki prinsip RMS (Rajin Malas Sama saja) atau prinsip yang penting kerja dan akhir bulan gajian.
• Selalu berpikir progressif supaya pikiran dan perasaannya tidak memiliki kebuntuan dan kejenuhan.
• Bersikap proaktif untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan rekan sekerja serta atasannya
• Selalu bersikap positif, tidak mudah sakit hati termasuk ketika atasan atau rekan sekerjanya melakukan tindakan yang berlebihan dan cenderung melukai. Napoleon Hill seorang pakar motivasi mengatakan ”Tidak ada seorang pun yang bisa menyakiti Anda jika tidak Anda izinkan.” dalam pengertian ini, ketika Anda ditegur secara keras oleh atasan Anda, maka Anda hanya akan mengambil poin pembelajarannya bukan makian-makin kasar yang dilontarkannya.
• Selalu mengisi hari-harinya bukan hanya untuk mengumpulkan harta duniawi saja tetapi juga mengumpulkan pahala untuk bekal di kehidupan nanti.


Dalam pengalaman saya di lapangan, acap kali para front-liner, sales people belum memiliki aspek-aspek di atas secara memadai sehingga mereka mudah mengalami burn-out, mudah tersulut emosinya ketika menghadapi pelanggan yang sulit. Keadaan akan menjadi lebih mudah ketika saya mengajak mereka melakukan refleksi diri dan latihan mengembangkan empati. Saya cenderung mengajak mereka membuat balancing pikiran, fisik, dan kerohanian mereka terlebih dahulu dan setelah itu baru dibekali ilmu untuk berempati. Mereka menjadi lebih mudah memahami bahwa pelanggan yang marah-marah ketika berhadapan dengan mereka bisa jadi karena mengalami banyak masalah sebelum berhubungan dengan mereka, sehingga ketika ada sedikit saja masalah yang tidak berkenan bisa membuat mereka meledak. Dengan latihan empati, mereka bisa menerima reaksi-reaksi pelanggan, dan tidak menjadikan mereka reaktif melainkan responsif untuk tetap fokus pada solusi terbaik bukan fokus pada makian dan sikap customer para pelanggannya bahkan beberapa menjadikan hal tersebut tantangan ketika saya katakan bahwa ” kecerdasan emosi Anda jempolan, pahala Anda banyak ketika Anda bisa membuat pelanggan yang marah-marah menjadi reda kemarahannya bahkan bisa keluar dari ruangan Anda dengan senyum manis” , hasilnya para front liner dan sales people yang mau mengembangkan EQ secara sungguh-sungguh menjadi lebih ’happy’ menjalankan pekerjaan mereka. Dengan EQ yang cerdas hubungan antar departemen pun menjadi lebih harmonis sehingga suasana kerja lebih menyenangkan dan produktivitas lebih meningkat.

Melalui tulisan ini saya berharap Anda bisa mengambil makna pembelajarannya, mari kita menjadikan setiap hari yang kita jalani sebagai anugrah Tuhan dan mengisi dengan hal-hal yang berkualitas, supaya hidup menjadi lebih hidup. Selamat mempraktekkan!!!


Penulis : LILIANA
Tulisan ini pernah dimuat di MDI News

Hubungan Industrial Pancasila

Payaman Simanjuntak dalam bukunya yang berjudul Manajemen Hubungan Industrial terbitan Pustaka Sinar Harapan Jakarta, 2003 menuliskan topik yang menarik tentang hubungan industrial Pancasila sebagai dasar negara kita dengan rincian sebagai berikut :
1. Hubungan Industrial (HI) berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa berarti manajemen dan pekerja harus sama-sama menerima bahwa perusahaan adalah berkat Tuhan YME dan merupakan kesempatan yang diberikan Tuhan bagi mereka agar dapat melayani sesama manusia, serta kesempatan untuk berbakti pada nusa dan bangsa. Masing-masing pihak harus sama-sama menghormati kebebasan beragama dan beribadah serta sama-sama membangun dan menjaga kerukunan antar agama.

2. HI berdasarkan kemanusiaan dan peradaban manusia menganjurkan bahwa setiap pekerja tidak diperlakukan hanya sebagai faktor produksi akan tetapi terutama sebagai aset, makhluk individu yang memiliki kepribadian, perasaan, kehormatan, dan harga diri. Pekerja mempunyai keterbatasan fisik dan mental oleh karena itu membutuhkan waktu istirahat dan dukungan. Pengusaha harus memberikan imbalan yang sesuai dengan nilai kontribusi jasa kerja yang diberikan oleh pekerja.

3. HI berdasarkan persatuan Indonesia menunjukkan bahwa setiap WNI berhak bekerja di seluruh pelosok Indonesia tanpa diskriminasi atas suku, warna kulit, jenis kelamin, tempat lahir, agama, golongan, atau aliran politik. Pengusaha dan pekerja harus bersama-sama membangun kebersamaan di perusahaan, meningkatkan rasa cinta tanah air dan masyarakat, serta menempatkan kepentingan negara dan rakyat di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

4. HI berdasarkan hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan berarti bahwa pengusaha atau manajemen membuka kesempatan bagi pekerja secara demokratis memilih wakilnya untuk berhubungan dengan pengusaha dan memperjuangkan kepentingan mereka. Pengusaha dan pekerja harus sama-sama membuka diri untuk berdialog dan mengutamakan permusyawaratan dalam membuat keputusan bagi kepentingan bersama.

5. HI berdasarkan keadilan sosial mempunyai arti bahwa para pekerja harus diperlakukan secara adil. Pengusaha dan pekerja harus sama-sama berusaha meningkatkan hasil perusahaan supaya dapat meningkatkan kesejahteraan pengusaha, pekerja, dan keluarganya.

Seandainya semua mengacu pada hal di atas, maka perselisihan antara pengusaha dan pekerja tidak perlu terjadi dan produktivitas kerja bisa optimal karena adanya sikap saling menghormati, trust, tekun bekerja, jujur, dan kerja sama yang 'win-win situation'.

Selasa, 17 Maret 2009

2 P SYARAT HIDUP BERKELIMPAHAN

Setiap orang ingin kualitas hidupnya lebih baik. Namun tahukah untuk mencapai hidup yang lebih berkualitas itu haruslah membayar harga di depan. Apa yang harus Anda bayar di depan untuk hidup yang berkualitas? 2 P (Passionate & Positive) itulah yang perlu Anda miliki.
Passionate (Semangat, Antusias)
Jalani hidup dengan penuh semangat seakan-akan ini adalah hari pertama Anda bekerja. Tentu Anda masih ingat ketika Anda pertama kali mulai bekerja, tentu Anda dengan penuh semangat mempelajari budaya perusahaan dan aktif mempelajari apa yang menjadi tugas dan kewajiban Anda. Anda ingin memperkenalkan diri sebagai orang yang punya kemampuan, Anda ingin "menjual diri" Anda secara totalitas.
Semangat bisa timbul jika ada cinta mula-mula. Tentu Anda ingat ketika Anda pertama kali bertemu dengan cinta pertama Anda. Hujan deras dan banjir tidak menyurutkan langkah Anda untuk bertemu sang pujaan hati bukan? Jika Anda katakan bukan, bisa jadi cinta Anda mulai luntur karena banyak ganjalan dan kekecewaan di hati Anda atau ada the other man/woman yang hadir nah, lho?! Jika ada kekecewaan dan ganjalan di hati segera selesaikan supaya clear, dan Anda bisa kembali bergairah dan menunjukkan produktivitas terbaik Anda.
Selalu gali hal-hal yang bisa membuat Anda tetap bergairah dalam pekerjaan Anda. Kreatif dan cari ide untuk membuat pekerjaan Anda lebih mudah, lebih cepat, dan lebih maksimal apakah dengan bantuan teknologi yang semakin canggih ataukah membuat sistem dan prosedur baru yang lebih praktis, atau dengan menentukan target baru yang lebih menantang Anda dan anggota tim Anda untuk lebih bersinergi lagi.
Positive (Berpikir dan Bersikap Positif)
Jalani hidup dengan berpikir dan bersikap positif seakan-akan ini adalah hari terakhir Anda bekerja. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading dan manusia tentu ingin bisa meninggalkan kenangan manis, nama baik ketika sudah meninggalkan dunia ini. Karena itu mari kita mengembangkan sikap berpikir dan bersikap positif dalam segala situasi.
Seorang teman saya selalu punya prinsip "katakan hal yang positif jika tak ada yang positif yang bisa dikatakan, lebih baik berdiam dirilah!" dan hal ini rasanya baik untuk kita jalankan supaya kata-kata kita tidak menyakiti, membuat situasi yang tidak kondusif karena sikap dan kata-kata kita yang tidak menyenangkan.
Berpikir dan bersikap positif juga akan menumbuhkan rasa percaya diri. Dengan rasa percaya diri yang meningkat maka semangat untuk mencapai target pun bisa meningkat sehingga peluang untuk mencapai target sales ataupun target pekerjaan Anda bisa lebih meningkat. Bahkan seorang COO perusahaan direct selling yang saya kenal dekat akhirnya bisa melampaui target pencapaian sales yang unbelievable karena sikap dan pemikirannya yang selalu positif. Beliau selalu katakan hal yang positif, memacu semangat para karyawan dan mitra bisnisnya dengan antusiasme dan berpikir positif. Dan hal yang paling menginspirasi adalah ketika beliau mengutip ayat-ayat kitab suci yang baik untuk setiap kita menjalankannya... janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan dan kamu pakai ... hidup itu lebih penting daripada makanan, pakaian ... siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya (atau karena stressnya) dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? Bersikap positif akan membuat kehidupan dan pekerjaan Anda lebih baik karena tingkat kesehatan Anda akan jauh lebih baik daripada orang-orang yang mudah stress, mudah marah, dan menyimpan dendam di hatinya. Seperti ada syair lagu yang berkata "hati yang gembira adalah obat..." . Mari ciptakan hati yang bergembira dengan selalu berpikir - berkata - berlaku positif kepada orang-orang sekeliling Anda. Hidup Anda akan jauh lebih indah dan lebih berkualitas. Happy Life!!!
Salam Sukses :Liliana Wahyudi

LILIANA WAHYUDI

LILIANA  WAHYUDI
Trainer, Public Speaker & Motivator

BREAK YOUR LIMIT!

Lepaskan segala keraguan Anda...
Hadapi tantangan dengan berani
untuk menghalau keterbatasan
menghalau status quo

Hidup akan jauh lebih baik dan bermakna
ketika Anda berani mengalahkan musuh terbesar yaitu...
diri kita sendiri.