BEKERJA DENGAN HATI
Topik yang ingin saya ketengahkan kali ini kembali tentang hati yang mencintai pekerjaan, bekerja dengan hati seakan menjadi sesuatu yang terlalu sulit dijangkau. Benarkah demikian?
Bagaimana asumsi-asumsi Anda tentang orang-orang di sekitar Anda? Apakah positif atau negatif? Apakah asumsi atau kepercayaan Anda menarik orang-orang atau menolaknya? Kepemimpinan Anda dimulai dengan apa yang Anda pikirkan.
Graham Little dalam buku 101 Cara Menjadi Manajer Yang Lebih Andal mengatakan jika Anda bersikap positif dalam kepemimpinan Anda maka :
• Orang-orang perlu merasa sebagai bagian dari tim yang sukses
• Orang-orang akan menanggapi secara positif terhadap iklim dan tantangan positif dan wajar dalam batas jangkauan mereka.
• Orang-orang akan bangga dan menanggapi manajernya secara positif jika mereka merasakan bahwa manajernya bangga terhadap mereka.
Jadi mulailah dari hati yang positif, hati yang gembira seperti ada syair lagu yang mengatakan “hati yang gembira adalah obat” ini berarti bila hati yang tidak bergembira akan menyebabkan sakit penyakit. Bangun rasa memiliki dalam diri Anda supaya orang-orang yang menjadi bawahan Anda pun memiliki ‘sense of belonging’ yang ikut menjaga asset perusahaan sebagai miliknya (tentu saja bukan untuk dibawa pulang) tetapi dipelihara agar penggunaan asset itu efisien dan efektif untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka.
Saya mengenal seorang Direktur Utama sebuah perusahaan multinasional yang sangat memperhatikan para karyawannya mulai dari level puncak sampai level office boynya, ternyata membuahkan hasil yang gemilang karena pertumbuhan sales mereka ternyata bisa meningkat 150% di saat krisis moneter melanda Indonesia pada tahun 1998 yang lalu. Luar biasa bukan? Sementara di sisi lain, seorang pemimpin puncak sebuah perusahaan di saat kondisi ekonomi lebih baik justru menjadi demikian stressnya karena pertumbuhan bisnisnya yang semakin menukik turun, ditinggalkan para karyawan terbaiknya. Anda tahu mengapa? Karena tidak adanya perhatian dan kata-kata positif yang tulus diucapkan bagi para karyawannya ketika menunjukkan prestasi, sementara bila melakukan kekeliruan sedikit saja, sang ‘bos’ langsung memberikan teguran bahkan terkadang teguran itu diucapkan di depan para karyawan yang lainnya sehingga membuat telinga dan hati memanas bagi yang semua yang mendengarnya apalagi bagi orang yang terkena teguran itu.
Jadi bekerja dengan hati harus dimulai dengan hati. Berikan perhatian yang tulus, berikan penilaian secara objektif. Ketika karyawan Anda salah berikan teguran yang membangun bukan menjatuhkan, lakukan hal tersebut secara personal, dan sebaliknya ketika karyawan Anda melakukan suatu prestasi berikan pujian secara massal. Maka Anda akan mendapat respek dari bawahan Anda dan mereka akan siap bersinergi untuk menghasilkan produktivitas terbaik. Hidup ini bak petani, apa yang Anda tabur kelak Anda akan menuai hasilnya. Jika Anda menabur kebencian, kemarahan terpendam, kritikan dan sinisme maka itu pula nantinya yang akan Anda tuai. Tetapi sebaliknya jika Anda menabur benih-benih rasa cinta, kasih sayang, semangat maka tuaian Anda akan mengandung benih cinta, kasih sayang, semangat, dan dukungan tulus dari orang-orang di sekitar kita. Mari mulailah dari hati yang gembira, hati yang penuh kasih, hati yang penuh semangat agar energi positif ini bisa menular juga pada yang lain. Ritz Carlton memperlakukan para karyawannya semua level sebagai VIP (Very Important Person) karena mereka akan melayani tamu-tamu VIP dan VVIP sehingga sense of service timbul karena keteladanan sang pemimpin. Yakinlah bahwa ada “power of love” . Miliki 2 P (Passionate & Positive) selalu bersemangat dan bersikap positif. Best Heart of Love, Best Live.
LILIANA
DO THE BEST & BE THE BEST WITH LILIANA!
Mutiara Inspirasi... adalah sarana berbagi untuk hidup yang lebih bermakna... berbahagia karena selalu memiliki prinsip "Lakukan yang Terbaik!" maka yang terbaik akan datang satu saat kepada Anda.
Jadi jangan tunda-tunda lagi...jadikan hidup ini berarti...hari esok kita tidak pernah tahu apakah kita akan mencapainya... hari kemarin sudah berlalu dan tak akan pernah kembali... hari ini adalah anugrah yang terindah...
Salam Love & Wisdom,
LILIANA WAHYUDI
