Siang ini kesempatan di rumah saya manfaatkan untuk membersihkan kompor 4 tungku saya. Berbeda dengan kompor biasa yang lebih mudah perawatannya karena partnya pun sangat sederhana, karena kompor modern ini penampangnya dari kaca jelas perlu ekstra hati-hati membersihkannya supaya tidak terkena scratch atau goresan yang pasti akan membuatnya menjadi kurang indah. Agak rumit dan saya perlu membuka tungku itu menggunakan obeng... dengan susah payahnya akhirnya dpt juga dibuka dan... waow.... bagian dalamnya terlihat ada kerak hitam hasil masak saya yg mengikuti koki chinese food yang suka mengangkat api supaya naik ke masakan sehingga menimbulkan aroma khas... (hm, walau katanya kurang sehat ya...tp enak sih ha...ha... utk memanjakan lidah). Kembali ke urusan bersih-bersih tadi... saya perhatikan banyak kerak-kerak yang menempel sehingga menggunakan spon biasa tak sanggup mengangkat nodanya... akhirnya saya menggunakan sabut kasar untuk menggosok bagian yang kotor itu dan tetap harus ekstra hati-hati karena ada kabel halus penghubung dengan aliran listrik. Di bagian tengahnya kerak kental agak sulit sehingga harus saya kerik untuk membersihkannya... sekilas krn sudah cukup lama bertengger di situ (lebih kurang setahun sudah tidak bongkar bagian dalam) kerak tersebut terlihat sudah menyatu dengan logam-logam yang menjadi part itu...sehingga memisahkannya perlu tenaga ekstra... bantuan semprotan zat kimia... sikat gigi, dan peralatan lainnya. Nah...sambil membersihkan kompor modern ini...tiba-tiba saja pikiran saya menerawang....
Begitulah dengan kehidupan manusia modern sekarang ini, terlalu rumit termasuk dalam membersihkan diri... dalam hal ini hati yang letaknya di dalam. Mungkin di luar terkesan bersih, indah... tapi siapa tahu bagian dalamnya? Sangat mungkin banyak kerak-kerak dan kotoran yang menempel sehingga sudah menyatu dengan organ tubuh kita dan aliran darah kita. Untuk membersihkannya pun perlu daya upaya yang besar... melepaskan noda kebencian, iri hati, kemarahan, kekecewaan, sikap berpura-pura atau kamuflase yang merusak integritas kita... dan banyak emosi negatif lain seperti dendam... sikap fatalisme atau menyerah pada keadaan... Kita memerlukan zat kimia yang bernama serotonin untuk menyemprot kotoran-kotoran itu agar luruh, kadang kala kita perlu sikat gigi yang bernama kerelaan memaafkan yang sering kali orang merasa sulit melakukannya - ternyata itu bermanfaat bagi organ tubuh dan aliran darah yang lebih baik dan sehat... kadang kala kita perlu juga alat lainnya yang bernama empati... dan rasa kasih sehingga kita bisa membersihkan noda-noda dan sampah kehidupan kita. Setelah itu kita harus membalancing antara bagian luar dan bagian dalam seperti halnya kompor modern itu... kehidupan modern kita yang sering kali tidak balancing antara tubuh, jiwa, dan roh... antara kehidupan konsumtif dengan kehidupan melayani... bukan hanya ingin dilayani tetapi juga melayani... bukan hanya kegiatan kerja...kerja...dan kerja... tanpa ingat kegiatan berbagi kasih, memberi waktu kita...bagi orang tua, pasangan hidup, anak-anak kita...dan juga sahabat-sahabat kita.
Ya... jika kita terjebak dalam kerak yang menyatu seperti halnya habit kita.... akhirnya kita merasa yang salah atau melanggar norma itu sudah tidak salah lagi... seperti halnya orang-orang yang berbisnis barang haram atau yang biasa melakukan perbuatan melanggar norma.. ; karena sudah terbiasa dengan habit negatif akhirnya....
yang benar menjadi terasa tak lazim dan hal luar biasa pun menjadi terkesan biasa saja... semua terasa hambar... akh...kehidupan modern inilah yang terjadi sekarang ini, sudah hilang keindahannya...digantikan oleh maraknya kehidupan duniawi yang penuh kepalsuan ...jadi harus disemprotkan lagi dengan cairan kasih mula-mula... agar kita bisa tersenyum lebar bahkan tertawa lepas ketika ada orang yang mencoba menyegarkan suasana dengan mengeluarkan canda ceria, tertawa lepas ketika melihat tingkah anak-anak yang polos dan lugu...dan banyak lagi.
Belajar dari membersihkan kompor ini... membuat saya sadar bahwa saya pun harus membersihkan diri... siapa tahu masih ada noda-noda lama yang menempel... sehingga saya melakukan proses hening sesaat untuk meminta tangan Tuhan membersihkannya supaya dosa kita dibersihkan bak salju putih bersih, ...dan saya lalu menuangkannya untuk Anda semua. Anda yang sehat walafiat mau membersihkan diri dengan harapan hidup kita dan tubuh kita tetap terjaga kesehatannya, Anda yang terkena kanker ( ini terjadi pada beberapa friends di facebook saya ini) atau penyakit lainnya mari... bersihkan kerak dalam bentuk jaringan liar itu dengan kesediaan membalancing mind-body-soul, perbanyak energi positif agar produksi serotonin kita bertambah dan bisa menjadi serum yang bermanfaat buat tubuh kita - dan ini yang perlu dilakukan karena beberapa teman saya akhirnya bisa sembuh dari kanker ganas ketika mencoba melakukan "inner healing"...so tunggu apa lagi?
Salam Prima,
LILIANA
Soft Skills Trainer
DO THE BEST & BE THE BEST WITH LILIANA!
Mutiara Inspirasi... adalah sarana berbagi untuk hidup yang lebih bermakna... berbahagia karena selalu memiliki prinsip "Lakukan yang Terbaik!" maka yang terbaik akan datang satu saat kepada Anda.
Jadi jangan tunda-tunda lagi...jadikan hidup ini berarti...hari esok kita tidak pernah tahu apakah kita akan mencapainya... hari kemarin sudah berlalu dan tak akan pernah kembali... hari ini adalah anugrah yang terindah...
Salam Love & Wisdom,
LILIANA WAHYUDI
